Rekayasa Perangkat Lunak

Rekayasa Perangkat Lunak : overview

Dunia pembelajaran komputer adalah dunia yang luas dan berkembang hampir setiap hari. dunia yang merambah, menyentuh dan merangkul hampir seluruh aspek kehidupan manusia. sekarang ini kehidupan manusia modern hampir tidak akan lepas dari Sistem Komputer, Sistem Informasi dan Teknologi Informasi.[komputer8.gif]
RPL adalah salah satu cabang pembelajaran Komputer yang paling tua, hampir setua kakaknya yakni TKJ. namun yang membuat RPL demikian menarik adalah bahwa pembelajaran RPL itu adalah pembelajaran tingkat SMK yang paling mirip dengan perkuliahan S1 cabang Sistem Informasi. memang dari segi skala dan persebaran tidak dapat dibandingkan dengan mahasiswa, namun esensi pembelajaran, metode tugas, persepsi dan keilmuan sudah boleh dikatakan seperti mahasiswa.

nah, jadi apakah RPL itu?
RPL adalah suatu jurusan program produktif yang mana siswa dituntut untuk mengembangkan suatu perangkat lunak yang dapat menyelesaikan masalah masalah bisnis dan industri. nah ini kedengarannya sederhana namun setelah dijalani, tidak semudah itu. pribadi saya telah mengajar RPL selama 3 tahun di SMK Multistudi High School Batam. dan saya rasakan sendiri, bahwa membuat metode pemikiran anak usia 15-17 tahun menjadi mental dan mind seorang programmer tidaklah mudah. ditambah lagi pembelajaran wajib lain yang mesti dilakukan untuk memenuhi sistem pendidikan nasional kita seperti fisika, kimia, ips, civic dan entrepreneurship.

disini saya akan mencoba mengambil benang merah permasalahan yang kerap kali muncul dalam jurusan ini, yang dapat dijabarkan dengan 3 kalimat sederhana 'siswa susah bisa, guru susah cari, ilmu susah dapat'
siswa susah bisa, jangankan kita menyentuh bahasa pemograman yang lain, 1 aja susah masuknya, algoritma branching membutuhkan 1 bulan tersendiri untuk masuk ke dalam otak anak2 yang rata2, belum lagi mengaplikasikannya. apalagi anak yang lambat?
guru susah cari, guru RPL adalah programmer, itu sudah jelas, namun berapa sih programmer muda yang mau dibayar dengan gaji guru standar, apalagi swasta?
ilmu susah dapat, karena masalah kedua diatas, guru yang ada dengan 'senang hati' mengajari semua siswa beberapa bahan sekaligus, sedangkan kita tahu ilmu komputer berkembang terus, yang dipelajari di kampus saya belum tentu terpakai. heck, saya yang lulusan 2008 saja merasa ilmu saya sudah harus diupdate. namun karena begitu banyak siswa yang harus diajari, kapankan saya punya waktu untuk belajar lagian beli buku kurang tenaga membayar.

sedangkan yang menambah beban manis tersebut adalah DUDI kita yang memiliki tendensi mencari superman, orang IT harus bisa a-z, yang mana harus kita ikuti dan menambah ilmu bagi anak2 kita yang notabene masih berumur 15-17 tahun, seberapa banyak dari mereka yang sungguh2 bisa keep up dengan ilmu kelas wahid tersebut, bisa programming, database, hardware, trouble shooting, security, multimedia, networking sekaligus?

demikian tulisan singkat saya untuk pagi ini, semoga bermanfaat

Minggu, 12 Juni 2011